Siapa yg tidak tahu kasus kematian aktris Thailand Tangmo Nida pada awal tahun 2022 lalu? Kasus ini heboh bukan hanya di negara asalnya, namun juga di Indonesia. Tangmo Nida ditemukan tidak bernyawa di sungai Chao Phraya pada Februari 2022. Ternyata banyak kasus yg melibatkan sungai Chao Phraya ini. Salah satunya kasus yg terjadi lebih dari 100 tahun yg lalu, yg melibatkan “oknum” biksu yg keji. Kasus ini terkenal sebagai sebutan Boonpeng Heep Lek atau Pembunuh Peti besi Boonpeng. Ikuti kisahnya selengkapnya...
***
Lebih dari seratus tahun lalu, di suatu siang yg damai, beberapa orang warga yg tinggal di sekitar bantaran sungai Chao Phraya di Provinsi Nonthaburi pergi memancing seperti biasanya. Mereka melihat sebuah benda tersapu gelombang sungai ke tepi sebuah candi, segera saja warga itu mendekati benda tersebut. Ternyata benda itu adalah sebuah peti besi yg cukup besar. Mereka yg penasaran dengan isi peti besi tersebut kemudian membukanya. Bukannya menemukan harta karun atau perhiasan seperti yg mereka angankan, warga itu malah menemukan pemandangan yg mengerikan. Mayat seorang wanita ditemukan di dalam peti besi tersebut. Warga segera menghubungi polisi untuk melaporkan penemuan mereka.
![]() |
| Peti Besi |
Saat polisi memeriksa peti besi tersebut, mereka menemukan seorang wanita terbungkus oleh kelambu dengan beberapa buah batu bata yg sepertinya bertujuan sebagai pemberat agar peti besi tersebut bisa tenggelam ke dalam sungai.
Untuk mengetahui identitas wanita tersebut, Kepala Polisi kemudian menggambarkan ciri-ciri korban dan di sebar luaskan melalui koran, berharap ada keluarga yg kehilangan putri atau saudara perempuannya dan melapor ke kantor polisi.
Esok harinya, identitas mayat wanita misterius itu diketahui. Seorang ibu yg kehilangan putrinya datang ke kantor polisi dan menyatakan bahwa mayat wanita itu kemungkinan besar adalah putrinya yg hilang. Gadis itu bernama Prik, berusia 20 tahun. Sang ibu menemukan sebuah surat dari seorang pria yg berisi keinginannya untuk bertemu dan mengembalikan kalung emas Prik yg telah di pinjamnya. Prik menemui pria itu dan tak pernah terlihat lagi. Sang ibu yakin pria yg di maksud adalah Boonpeng. Boonpeng memamng memiliki hubungan khusus dengan Prik. Walaupun Prik sudah menikah dengan seorang pria kaya raya, suaminya tidak peduli padanya. Karena itu Prik kemudian berhubungan dengan Boonpeng. Mendengar keterangan sang ibu, Polisi kemudian mulai mencurigai Boonpeng.
Siapa sebenarnya Boonpeng? Mari kita gali lebih dalam...
***
Boonpeng lahir di sebuah desa terpencil dekat kanal yg sekarang menjadi bagian dari Provinsi Nakhon Panom. Boonpang adalah keturuna Suku Thai Isaan dan Chinese. Ia kemudian pindah ke daerah Bangkhunprom di Bangkok saat berusia 5 tahun. Beberapa sumber menyebutkan Boonpang adalah seorang yatim piatu, karena itu di Bangkok ia di asuh oleh sepasang kakek nenek yg menganggapnya sebagai cucu sendiri. Saat remaja, Boonpeng menjelma menjadi seorang pria yg tampan, menyenangkan dan pandai berbicara. Banyak gadis yg bertekuk lutut padanya.Walaupun wajahnya tampan, ia sangat malas.Ia tidak tertarik untuk bekerja, atau membantu kakek-neneknya di ladang. Boonpang lebih tertarik pada ilmu hitam, takhayul dan cara membuat ramuan pemikat atau kita lebih mengenalnya sebagai pelet.
Beruntungnya Boonpeng, ada seorang kakek tua yg tinggal di sebuah kuil dekat ruamh yg mau mengajarkan ilmu hitam padanya. Mengetahui Boonpeng mempelajari ilmu hitam, kakek neneknya menolak hidup dengannya karena mereka tidak suka Boonpeng belajar ilmu yg bisa digunakan untuk mencelakai orang lain.Karena itu Boonpeng pindah ke daerah Banglampoo di dekat pusat kota Bangkok. Dia mulai menggunakn ilmu hitamnya untuk menghasilkan uang. Saat itu ia berusia sekitar 20 tahun, Boonpeng menjadi seorang biksu dan pindah ke Wat Therawat Kunchorn.
Kehidupannya sebagai biksu sangatlah sukses. Ia berhasil menarik banyak orang dengan kharisma serta ilmu hitamnya. Banyak wanita yg tergila-gila padanya, khususnya wanita yg ingin dibuatkan ramuan sihir pemikat untuk mereka. Banyak sumber mengatakan Boonpeng sering menerima tamu dan wanita di malam hari. Kalian mengerti dong dia mau apa. Karena hal itu sangat di larang dalam aturan biksu, Boonpeng kemudian di keluarkan dari tempat tersebut.
Boonpeng kemudian pergi ke sebuah kuil yg masih berada di kota Bangkok bernama Wat Shutat. Wat Shutat adalah sebuah kuil dengan lokasi dan reputasi yg bagus.Sangat cocok dan sesuai keinginan Boonpang. Awalnya kepala biara Wat Shutat menolak kedatangan Boonpeng karena mendengar reputasinya yg buruk, namun akhirnya luluh setelah mendengar janji manis Boonpeng untuk berubah lebih baik dan menjaga reputasi kuil Wat Shutat.
Tidak kapok, segera setelah tinggal di kuil Wat Shutat, Boonpeng kembali melakukan hal-hal buruk, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Boonpeng membuka sebuah kasino di pemukiman biksu disana, main perempuan, dan praktek ilmu hitam, khususnya ramuan pemikat. Prik, korban yg di awal kita bahas, awalnya mendatangi Boonpeng untuk meminta ramuan pemikat untuk menarik perhatian suaminya lagi. Namun pada akhirnya, Prik malah menjalin hubungan dengan Boonpeng, bahkan sampai hamil. Saat di mintai pertanggung jawaban, Boonpeng menolak karena ia telah mempunyai wanita lain yg akan ia nikahi. Hal ini menjadi salah satu motif kuat mengapa Boonpeng di curigai membunuh Prik.
Akhirnya, kepala biara mengetahui semua tindakan busuk yg Boonpeng lakukan di wilayah kuil Wat Shutat. Ia dikeluarkan dari kuil dan statusnya sebagai biksu di cabut. Hal ini tidak menjadi masalah besar bagi Boonpeng. Ia sudah memiliki cukup banyak uang dari kegiatan-kegiatan buruk yg ia lakukan selama ini. Boonpeng menikahi pujaan hatinya, namun apesnya ia ditahan pada hari pernikahannya.
Saat di periksa kepolisian, Boonpeng mengaku Prik bukan satu-satunya korban. Sebelumnya, Boonpeng menyingkirkan seorang penjual perhiasan bernama Nai Learm. Nai Learm mengunjungi Boonpeng untuk menjual perhiasan miliknya, namun mirisnya ia malah tewas di tangan Boonpeng dan perhiasannya di curi.Tubuhnya di masukkan ke dalam peti besi sebelum kemudian di tenggelamkan ke sungai. Banyak orang yg meyakini Boonpeng telah membunuh setidaknya 5 orang lain, kebanyakan wanita yg pernah menjadi simpanannya.
Boonpeng dinyatakan bersalah atas kematian Nong Prik dan Nai Learm pada tanggal 12 Agustu 1919.
Boonpeng di hukum dengan cara di penggal di hadapan khayalak ramai pada 19 Agustus 1919 di Wat Pha Si, sebuah kuil yg berlokasi di Watthana Distrik, Bangkok. Ia adalah orang terakhir yg mendapatkan hukuman penggal dalam sejarah Tahiland. Proses eksekusinya di saksikan oleh banyak sekali orang, namun tidak ada seorang pun dari keluarganya hadir. Bahkan istrinya pun tidak datang.
***
| Ilustrasi Eksekusi |
Cara eksekusi penggal ini di tuangkan dalam sebuah laporan dari P.A Thompson dengan kesimpulan singkatnya seperi ini.
“Eksekusi dengan pemenggalan sangat jarang dilakukan, namun saat terjadi, di hadiri oleh masyarakat. Tersangka diserahkan kepada biksu, untuk kemudian di beri khotbah. Para biksu bertanya apa yg tersangka inginkan sebagai makanan terakhir. Seringnya, mereka memberi tersangka Opium.
Eksekutor menancapkan bambu di tengah lapang, dengan bentuk bersilang sekitar dua kaki panjangnya dari tanah. Tersangka di arahkan ke bambu tersebut. Tersangka di dudukkan bersila dengan bersandar pada bambu, tangan di ikat kebelakang tubuh dengan posisi bersilang. Eksekutor berlutut di samping tersangka, memasukkan tanah liat ke dalam telinga, dan memberikan dupa untuk di pegang tersangka.
Eksekutor datang dengan memakai pakaian berwarna merah tua, dengan ikat kepala berwarna merah dan pedang di tangan. Eksekutor berlutut sekitar 20 meter dari tersangka dan bersiap-siap mencari posisi dan waktu yg tepat untuk menebas. Eksekutor kemudian berlari ke arah lapang, mengangkat tangannya ke langit , dan menari mengelilingi tempat eksekusi dengan kaki berjinjit. Perlahan mendekati tersangka, dan tiba-tiba menebaskan pedangnya ke arah leher. Kemudian, para biksu segera menguburkan mayat tersangka ke dalam lubang yg telah disediakan, dan memajang kepala tersangka di sebuah tiang sebagai peringatan bagi penjahat yg lain.”
***
Boonpeng memang sakti mandra guna. Saat eksekutor menebaskan pedangnya, tidak ada yg terjadi. Ia masih hidup segar bugar, kepalanya masih berada di tempatnya tanpa sedikitpun luka. Masyarakat yg melihat sangat terkejut melihat pemandangan itu. Eksekutor memperhatikan mulut Boonpeng bergerak-gerak, melafalkan mantra gelap. Boonpeng juga terlihat seperti tengah mengulum sesuatu di dalam mulutnya. Eksekutor meminta Boonpeng untuk memuntahkan isi mulutnya. Sebuah jimat Budha berwarna hitam bergulir ke tanah. Sepertinya jimat itu yg membuat Boonpang kebal. Setelah jimat itu di singkirkan, Boonpeng akhirnya berhasil di eksekusi.
![]() |
| Eksekusi Boonpeng - Gambar Asli |
Dalam beberapa laporan, dikatakan tubuh Boonpeng di kremasi. Abu tubuhnya di kuburkan di sebuah pagoda dekat Wat Phasi. Pada tahun 1994, warga sekitar membangun sebuah kuil untuk memperingati kematian Boonpeng. Kuil itu masih bisa dikunjungi sampai sekarang.
https://www.expique.com/article/boonpeng-heep-lek-the-first-serial-killer-in-thailand/
https://truecrimethailand.substack.com/p/iron-chest-killers-boonpeng-and-ice-heep-lek


Komentar
Posting Komentar