![]() |
| Pam Hupp dan Betsy Faria |
Elizabeth “Betsy” Faria lahir tanggal 24 Maret 1969. Setelah hidup sendiri dengan dua anak, Betsy bertemu kemudian menikah dengan Russel Faria. Mereka berempat tinggal di Troy, Missouri, sekitar satu jam perjalanan dari St. Louis, dimana Betsy bekerja di sebuah perusahaan asuransi bernama State Farm. Di Troy, Betsy bertemu dengan Pamela Marie Hupp yg biasa di panggil Pum pada tahun 2001. Terlepas dari perbedaan kepribadian keduanya, mereka tetap berteman. Pertemanan mereka semakin erat saat Betsy di diagnosa menderita kanker payudara pada 2010.
![]() |
| Betsy dan Suaminya Russel |
Penyakit Betsy ternyata sudah menyebar ke organ livernya. Seorang dokter berkata waktunya tidak lama lagi. Betsy mungkin bisa bertahan selama tiga sampai 5 tahun kedepan. Berharap agar hari-hari terakhirnya bisa ia lewatkan dengan kenangan indah, Betsy dan suaminya Russel memutuskan untuk pergi berlayar pada November 2011.
Betsy semakin bergantung pada sahabatnya Pam. Pam selalu menemaninya menjalani kemoterapi. Pam juga selalu menjadi pendengar yg baik. Betsy curhat ia khawatir dengan keuangan putrinya saat ia meninggal nanti. Betsy takut putrinya tidak bisa menghandle keuangan. Empat hari sebelum kematiannya, Betsy mendapatkan jalan keluar untuk kekhawatirannya itu. Pada 23 Desember 2011, Betsy menjadikan Pum Hupp sebagai penerima asuransi jiwanya yg bernila 150.000 dollar.
Hari itu, 27 Desember 2011 adalah hari yg normal untuk Russel Faria. Russel pergi bekerja, menghabiskan sore harinya dengan rekan, dan bertukar pesan dengan istrinya Betsy tentang kemoterapi yg dijalaninya hari itu, dan membeli makanan anjing. Saat Russel menelpon istrinya di perjalanan pulang sekitar pukul 9 malam, Betsy tidak menjawab telpon Russel. Tapi Russel tidak khawatir, karena Betsy sebelumnya berkata bahwa ia ingin berisirahat.
Russel tida di rumah dan berjalan menuju pintu depan dengan santai. Russel meninggalkan makanan anjing di garasi, sambil memanggil-manggil istrinya. Saat Russel berjalan menuju ruang keluarga, disana ia melihat istrinya Betsy.
Betsy terbaring di lantai dekat sofa, dikelilingi oleh hadiah-hadiah natal dengan genangan darah disekitarnya. Russel menjerit histeris, terduduk di dekat istrinya dan memanggil-manggil Betsy, saat kemudian ia menyadari sebuah pisau tertancap di lehernya. Pergelangan tangannya juga terlihat memiliki luka sayatan. Russel yg terkejut segera berpikir, mungkin istrinya mengakhiri hidupnya sendiri. Besty pernah beberapa kali berkata ingin mengakhiri hidup, bahkan ia pernah dirawat di rumah sakit karen hal itu. Russel tau istrinya lelah bergumul dengan penyakitnya.
Russ menelpon 911 sambil menangis. Namun saat polisi datang ke TKP, polisi merasa ini bukan tindakan bunuh diri. Betsy memiliki 55 luka tusukan, termasuk diantara kedua matanya, dan luka di pergelangan tangannya dalam sampai ke tulang. Jelas sekali seseorang telah melenyapkan nyawa Betsy. Saat polisi menanyai sahabat Betsy, Pam, mereka langsung tau siapa pelaku sebenarnya.
Pam memberitahu polisi Russel memiliki sikap yg tempremental. Pam meminta polisi memeriksa komputer Betsy, dimana polisi menemukan sebuah catatan yg mengindikasikan Betsy takut kepada suaminya. Pum juga mengatakan kemungkinan motif Russel menyakiti istrinya. Pam berkata, awalnya malam itu Besty berniat berpisah dengan Russel. Kemungkinan besar Russel menghabisi istrinya karena marah dan tidak ingin bercerai. Polisi semakin yakin mereka telah menemukan tersangkanya setelah menemukan darah di sandal rumah milik Russel. Jaksa kemudian mendakwa Russel atas pembunuhan istrinya, Betsy Faria sehari setelah Betsy pemakaman. Russel tetap bersikukuh ia tida bersalah, namun pada Desember 2013 juri memutuskan Russel Faria bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup plus 30 tahun kurungan penjara. Apakah kisah ini sudah selesai? Ternyata tidak.
Russel Faria tetap menyatakan dirinya tidak bersalah sampai akhir, dan pada tahun 2015 juri mengajukan persidangan baru. Kali ini, pengacara Russel menyatakan mungkin saja pelaku sebenarnya adalah Pam Hupp. Pengacara berkata mungkin saja si pembunuh membuat catatan di komputer Betsy yg menyudutkan Russel. Bisa saja darah yg ditemukan di sendal rumah milik Russ di “celupkan” kedalam darah yg menggenang, bukannya terciprat. Hal itu dilakukan untuk mengelabui polisi seolah-olah Russel adalah pelakunya. Pam membela diri. Pam mengklaim ia dan Betsy terlibat hubungan asmara dan ternyata Russel mengetahui semuanya. Namun juri memutuskan untuk membebaskan Russel Faria pada November 2015. Juri juga meminta untuk investigasi ulang kasus Betsy Faria karena banyaknya kejanggalan atas kematian wanita tersebut. Russel menggugat kepolisian Lincoln County sebanyak 2 juta dollar karena telah merampas hak asasi dirinya.
Sementara itu, sepertinya Pam Hupp mulai merasa tersudut. Pada Agustus 2016, ia menembak mati seorang laki-laki berusia 33 tahun bernama Loius Gumperberger. Pam mengaku laki-laki itu masuk ke rumahnya dengan paksa, kemudian mengancamnya dengan sebuah pisau dan mengambil uang Russel ke Bank. Penyidik kemudian menemukan uang sebesar 900 dolar dan sebuah catatan di tubuh Louis yg berisi ”Pergi ke rumah Pam, singkirkan dia. Buat seperti istrinya Russel. Pastikan pisau menancap di lehernya.”
Namun cerita Pam terbukti hanya karangan. Diketahui, pada tahun 2005 Louis Gumpenberger mengalami kecelakaan mobil yg membuatnya mengalami keterbatasan fisik secara permanen dan keterbelakangan mental. Louis tinggal bersama ibunya, yg bersaksi bahwa Louis jarang pergi keluar rumah. Polisi dengan cepat mengetahui bahwa Pam meminta Louis datang ke rumahnya dan meminta tolong untuk memperagakan kembali panggilan 911 untuk wawancara acara tv bernama Dateline. Polisi juga menemukan seorang saksi yg berkata Pam juga meminta hal yg sama padanya. Polisi juga menelusuri uang 900 dollar yg ditemukan Louis dan ternyata semuanya kembali pada Pam.
Polisi akhirnya menangkap Pam Hupp pada 23 Agustus 2016. Dua hari kemudian saat sedang diinterogasi polisi, Pam berusaha mengakhiri hidupnya dengan menacapkan pulpen ke lehernya. Namun ia berhasil di selamatkan. Pada akhirnya Pam di jebloskan ke penjara untuk kejahatannya menghilangkan nyawa Louis, ia juga didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama untuk kematian Betsy Faria. Namun ternyata kejahatan Pam bukan hanya itu.
Polisi menduga Pam juga bertanggungjawab atas kematian ibu kandungnya sendiri, Shirley Neumann. Pada tahun 2013, ibu Pam meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon kamarnya di lantai 3 apartemen di Fenton, Missauri. Pam dan saudara-saudaranya mendapatkan uang asuransi yg banyak dari kematian ibunya tersebut.
Allthatinteresting.com


Komentar
Posting Komentar