Setelah membahas korban-korban Jack the Ripper yg jujur, admin sendiri yg melihatnya merinding melihat kesadisannya, mari kita bahas beberapa orang yg dicurigai sebagai Jack the Ripper serta teori-teori yg mendasarinya...
1. Montague John Druitt
Montague Druitt lahir pada tahun 1857 sebagai putra dari seorang ahli bedah dan ahli hukum. Montague terkenal sangat cerdas. Ia menerima beasiswa dari Winchecter Collage saat ia berusia 13 tahun. Di sekolah, ia bergabung dengan tim debat dan menjadi Bowler pembuka dalam tim kriket sekolah. Setelah lulus pada tahun 1880, ia bergabung dengan Inner Temple untuk menjadi pengacara. Untuk membayar pelatihan hukumnya, ia bekeja sebagai asisten kepala sekolah di asrama George Valentine pada 1885. Montague dipecat dari pekerjaannya pada tahun 1888 dengan alasan yg tidak diketahui. Menurut salah satu surat kabar, asalan Montague di keluarkan karena ada “masalah serius”.
Montague kemudian ditemukan meninggal di sungai Thames sebulan kemudian, kemungkinan besar mengakhiri hidupnya sendiri. Mengapa Montague Druitt di curigai sebagai Jack the Ripper?
Sesaat sebelum kematiannya pada tahun 1888, Jack the Ripper membunuh korban terakhirnya Mary Jane Kelly. Tak lama kemudian muncul rumor bahwa Jack the Ripper telah tewas tenggelam di sungai Thames. Tiga tahun kemudian, seorang anggota parlemen Inggris mengatakan Jack the Ripper adalah seorang putra ahli bedah yg mati bunuh diri pada malam pembunuhan terakhirnya. Para jurnalis dan polisi saat itu juga meyakini hal yg sama.
Terlepas dari hal itu, Montague sendiri tidak pernah belajar teknik kedokteran apapun, berbeda dengan pendapat sebagian besar orang yg menduga jack the Ripper adalah seseorang yg mengerti tentang antomi tubuh manusia. Namun diketahui, saat peristiwa itu terjadi, Montague tinggal bersama sepupunya yg sedang berlatih kedokteran di Whitecaphel. Selain itu, kematiannya mungkin saja berhubungan dengan surat yg ia tinggalkan pada salah satu saudaranya. Isi surat itu menngatakan ia takut berakhir seperti ibunya, dan lebih baik ia mati. Diketahui ibu Montague mengalami depresi dan gangguan kejiwaan dan meninggal di rumah sakit jiwa pada tahun 1890.
Selain itu, Montague memiliki alibi yg kuat pada saat kejadian. Montague sedang berada di luar kota London. Ia sedang bermain kriket saat beberapa pembunuhan itu terjadi. Satu-satunya hal yg menghubungkan ia dan Jack the Ripper adalah waktu kematian dan berhentinya kebrutalan sang pembunuh yg kebetulan berdekatan.
2. Michael Ostrog
Michael ostrog adalah dokter berkebangsaan Rusia dan seorang penjahat. Sebelumnya, ia telah berada di rumah sakit jiwa karena kecenderungan membunuh. Polisi mencatat Michael Ostrog tidak mempunyai alibi saat perisiwa-peristiwa itu terjadi. Namun pada akhirnya, ia tidak dihukum karena kurangnya bukti.
3. Aaron Kominski
Aaron Kominski adalah seorang warga Yahudi Polandia yg tinggal di Whitechapel. Ia menghabiskan beberapa waktu di sebuah rumah sakit jiwa setelah pembunuhan terakhir Jack the Ripper. Kominski dikenal dengan kebenciannya terhadap wanita. Namanya menjadi terkenal setelah muncul dalam sebuah buku berjudul “Naming Jack the Ripper” karya Russel Edward. Dalam buku itu penulis mengklaim telah ditemukan DNA Aaron Kominski dari sebuah selendang yg dipercaya berada di lokasi pembunuhan korban keempat, Catherine Eddowes.
3. Pangeran Albert Victor Christian Edward, cucu Queen Victoria I
Teori ini sangat populer sampai saat ini. Diketahui, Pangeran Edward sering mengunjungi lokasi-lokasi prostitusi, salah satunya tempat para korban ditemukan. Karena kelakuannya itu ia kemudian terkena penyakit Sifilis (salah satu penyakit menular seksual). Karena penyakit ini, dipercaya membuat Pangeran Albert kehilangan akal sehatnya dan membunuh wanita-wanita itu. . Ada pula teori yg menyatakan mungkin saja Pangeran Albert mempunyai anak dari seorang wanita malam di Whitechapel, sehingga Ratu saat itu memerintahkan agar anak itu “diurus”. Walaupun tidak ada bukti yg krusial, banyak orang percaya mengapa Jack the Ripper tidak pernah ditemukan tidak lain karena ia dilindungi oleh pihak kerajaan. Apa anda percaya?
4. Jill the Ripper
Banyak yg meyakini Jack the Ripper sebenarnya adalah Jill the Ripper. Dengan kata lain Jack the Ripper diyakini sebagai seorang wanita. Hal ini cukup masuk akal karena kefokusan para polisi mencari tersangka pria, membuat pelaku sebenarnya bisa menyelinap dengan leluasa. Beberapa pendapat mengatakan kemungkinan seorang bidan yg mengetahui anatomi bisa saja adalah pelaku pembunuhan 5 orang korban tersebut. Salah satu yg di curigai sebagai Jack the Ripper versi cewek ini diantaranya adalah Mary Pearcey, yg mati dieksekusi pada tahun 1890 setelah membantai istri kekasihnya dan seorang anak dengan sebuah pisau dengan cara yg sama dengan sang pembunuh berantai. Namun harus di garis bawahi, semua kesaksian saksi mata menyatakan bahwa mereka melihat seorang pria, bukan wanita.
5. Pelukis Terkenal Walter Sickert
Teori ini di kemukakan oleh seorang penulis novel kriminal terkenal, Patricia Cornwell. Pada tahun 2001, Patricia Cornwell menghabiskan uang sebesar 2 juta Pound untuk membeli 32 buah lukisan, surat, bahkan meja tulis milik pelukis terkenal Walter Sickert. Patricia Cornwell berpendapat, pelukis itu sangat terobsesi dengan Jack the Ripper. Dan memang benar adanya. Mungkin karena itu juga Patricia Cornwell menduga Walter Sickert adalah Jack the Ripper yg sebenarnya. Pendapat ini didukung oleh bukti-bukti berupa beberapa lukisan Walter Sikcert yg memiliki “tema” Jack teh Ripper. Salah satu lukisan diberi nama “Jack the Ripper’s Bedroom”. Dalam lukisan lain, Cornwell mengklaim lukisan itu meniru posisi tubuh korban kelima, Mary Jean Kelly. Ada juga lukisan lain yg memiliki gambar menyerupai wajah korban keempat, Catherine Eddowes. Patricia juga menolak alibi Walter Sickert yg menyatakan ia sedang berada di Paris saat pembunuhan-pembunuhan itu terjadi.
6. Joseph Barnet
Orang selanjutnya yg dicurigai sebagai Jack the Ripper adalah Joseph Barnet. Ia dicurigai karena ia tinggal bersama korban terakhir, Mary Jean Kelly. Faktanya, Joseph Barnet telah berpindah-pindah tempat tinggal di sekitar London Timur lebih dari 10 kali, sehingga kemungkinan besar ia sudah sangat mengenal daerah tersebut, bahkan gang-gang kecil tersembunyi di dalamnya. Joseh Barnet bekerja sebagai pengangkut ikan, yg entah bagaiman ceritanya jatuh cinta pada Mary Jean Kelly dan tinggal mereka bersama. Joseph tidak menyukai pekerjaan Marry Jean sebagai wanita malam, karena itu ada teori yg menyatakan Joseph melakukan pembunuhan pertama untuk menakut-nakuti Mary Jean agar berhenti dari pekerjaannya. Hal itu berhasil untuk beberapa waktu. Tapi saat kemudian Joseph kehilangan pekerjaannya, Mary Jean kembali melakukan praktik prostitusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kekurangan uang dan kembalinya Mary Jean ke pekerjaanya membuat pasangan itu sering bertengkar hebat. Puncaknya saat Mary Jean membawa pulang dua teman wanitanya, mereka bertengkar hebat yg kemudian berubah menjadi kekerasan. Sebuah kaca jendela bahkan pecah karenanya. Tak lama setelah itu, Joseph pindah dari apartemen itu dan 10 hari kemudian, Mary Jean ditemukan tewas mengenaskan di kamar apartemennya. Setelah pembunuhan itu, Joseph diinterogasi namun kemudian dibebaskan.
Dilihat dari TKP pembunuhan di kamar apartemen itu, tidak ditemukan kerusakan pada kunci pintu yg menandakan adanya upaya masuk paksa. Sebagai pengangkut ikan, kemungkinan besar Joseph memiliki pengetahuan anatomi secara kasar. Karena pasangannya seorang wanita malam, ada kemungkinan besar ia pun mengenal beberapa wanita malam lain. Kabarnya, menurut salah satu surat kabar saat itu, teman-teman Joseph sering memanggilnya dengan panggilan Jack. Joseph juga cocok dengan deskripsi fisik dan profil psikologis yg dibuat oleh FBI. Seperti yg kita ketahui, Jack the Ripper tidak pernah membunuh lagi sejak tewasnya Mary Jean Kelly. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan terhadap Joseph Barnet, karena ia tidak mempunyai alasan lain untuk membunuh setelah kekasihnya itu mati di tangannnya. Teori yg cukup masuk akal.
7. James Maybrick
Teori ini sangat terkenal diantara para Ripperologist. Kematian James Maybrick secara kebetulan sesuai dengan berhentinya pembunuhan Jack the Ripper, yg terjadi satu tahun sebelumnya. James Maybrick adalah seorang pedagang kelas atas yg tinggal di sebuah perkebunan yg disebut “Battlecrease House” di Liverpool. Mungkin beberapa pihak tidak percaya setelah mendengar detail ini, karena sebagian besar orang percaya Jack teh Ripper adalah orang lokal yg tinggal di sekitar Whitechapel, London. Namun, harus digarisbawahi, semua pembunuhan itu terjadi pada akhir pekan. Jika teori ini benar, tentu saja seorang pedagang kapas kaya raya bisa melakukan perjalanan pada akhir pekan, dan hal yg sangat menguntungkan untuk tidak membunuh di wilayahnya sendiri. Selain itu, hal krusial yg membuat James Maybrick dipercaya sebagai Jack teh Ripper adalah adanya bukti fisik yg menghubungkan antara keduanya. Bukti itu adalah sebuah buku catatan yg ditemukan di bawah papan lantai di rumah James Maybrick. Sebuah catatan di buku itu berbunyi,” Saya memberikan nama yg semua orang tahu, sehingga sejarah bisa menceritakan tentang lahirnya seorang pria yg sangat dicintai. Hormat saya, Jack the Ripper.”
Dalam catatan itu, ia juga menuliskan dengan rinci apa yg dilakukan saat pembunuhan. Sebuah tes yg dilakukan juga telah mengkonfirmasi bahwa buku catatan tersebut tampaknya cocok dengan era saat Jack teh Ripper muncul.
Buku harian itu ditemukan oleh seorang pedagang besi tua bernama Mike Barret. Orang inilah yg membuat jalan cerita berubah. Mike Barret mengaku telah mengarang buku itu, dan karena alasan pernikahannya yg gagal, ia tidak ingin menerima publisitas. Selain itu, proses bagaimana buku harian itu ditemukan pun masih belum jelas. Ada yg mengatakan buku harian itu jatuh ke tangan Mike Barret setelah diturunkan selama beberapa generasi. Ada pula yg mengatakan Mike Garret sendiri yg menemukannya, atau temannya yg menemukannya kemudian memberikannya kepada Mike Garret karena mengetahui ia suka menulis. Namun terlepas dari itu semua, JIKA benar buku harian itu ditemukan di bawah papan lantai rumah Maybrick, bisa dipastikan sangat besar kemungkinannya bahwa James Maybrick memang benar Jack the Ripper yg asli.
Selain buku catatan, sebuah arloji saku emas juga ditemukan. Dalam arloji emas itu, terukir inisial dari kelima korban Jack teh Ripper, selain kata “I am Jack” dan “J. Maybrick.” Goresan itu diteliti melalui mikroskop elektron yg hasilnya goresan itu tidak dilakukan di zaman modern. Walaupun begitu, sangat sulit untuk memastikan waktu pastinya. Diketahui, arloji saku tersebut di pajang di toko perhiasan Liverpool, bertanggal 1846 dan pada masa itu dibeli seharga 225 pound.
Dengan segala asumsi dan bukti-bukti yg sampai saat ini telah terkumpul, Identitas Jack the Ripper tetap jadi misteri. Apakah ia salah satu dari orang-orang yg dicurigai diatas, atau malah orang yg tidak terduga sama sekali? Tidak ada yg tahu.
https://www.britannica.com/biography/Jack-the-Ripper
https://www.history.com/topics/british-history/jack-the-ripper
https://vault.fbi.gov/Jack%20the%20Ripper/Jack%20the%20Ripper%20Part%201%20of%201/view
https://www.history.com/news/has-jack-the-rippers-identity-been-revealed
https://www.thehistorypress.co.uk/articles/the-victims-of-jack-the-ripper/
https://allthatsinteresting.com/jack-the-rippers-victims
https://allthatsinteresting.com/jack-the-ripper-suspects
https://buzzfeed-unsolved.fandom.com/wiki/The_Grisly_Murders_Of_Jack_The_Ripper



.jpg)
.jpg)




Komentar
Posting Komentar