Siapa Jeffrey Dahmer? Serial Killer terkenal di Amerika

 

Jeffrey Dahmer. Penggemar kisah True Crime pasti tau nama ini. Jeffrey Dahmer adalah seorang pembunuh berantai dan pelaku kejahatan seksual dari Amerika Serikat yg telah menghabisi 17 korban, kebanyakan remaja laki-laki. Bagaimana seorang pria yg dilihat dari tampangnya seperti pria baik-baik ini bisa melakukan kejahatan yg sangat diluar akal sehat manusia? Mari kita simak kisahnya.

 

Jeffrey Dahmer - Gambar Sebenarnya

Jeffrey Lionel Dahmer lahir pada 21 Mei 1960 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Ibunya bernama Joyce Dahmer dan ayahnya Lionel Dahmer. Ia menjalani masa anak-anak dengan normal seperti anak lainnya, sampai pada usia 4 tahun ia melakukan operasi untuk penyakit hernia yg dialaminya. Namun seiring bertambahnya usia, ia semakin kurang berkomunikasi dan menarik diri. Terlebih setelah adiknya lahir dan keadaan keluarganya yg sering berpindah-pindah tempat tinggal. Jeffery mulai tidak tertarik berinteraksi dengan teman-temannya saat memasuki masa remaja. Perhatiannya teralih kepada bangkai-bangkai hewan dan minuman beralkohol. Teman-temannya sering memergoki ia minum di siang bolong, bahkan membawa botol minuman di saku jaketnya ke sekolah.

Saat mencapai pubertas, Jeffrey mulai mengetahui bahwa ia penyuka sesama jenis, namun ia  menyembunyikan orientasi seksualnya dari keluarganya. Ia pernah berpacaran dengan seorang teman laki-lakinya, namun tidak sampai melakukan hubungan seksual.  Ia mulai mempunyai fantasi untuk mendominasi dan mengontrol sepenuhnya seorang partner laki-laki , lebih spesifik menyukai bagian dada atas atau torso. Fantasinya semakin liar dengan melibatkan potong-memotong organ tubuh. Suatu hari, ia memiliki rencana untuk melumpuhkan seorang pelari pagi yg ia anggap menarik. Saat itu usianya 16 tahun. Esok harinya ia menyiapkan sebuah tongkat baseball untuk menlumpuhkan pria itu. Beruntungnya pria itu tidak muncul. 

Jeffrey tidak meneruskan sekolahnya di Ohio State University. Saat itu ayahnya yg menikah lagi bersikeras agar Jeffrey bergabung dengan Angkatan Darat AS. Jeffery daftar di Angkatan Datar AS pada akhir Desember 1978 dan dikirim ke Jerman tak lama kemudian.

Masalahnya dengan ketergantungan alkohol terus berlanjut dan pada 1981, ia dipecat dari Angkaan Darat AS. Ia kemudian kembali ke rumah ayahnya Ohio. Jeffrey kemudian ditangkap polisi karena ketergantungan alkoholnya, yg kemudian membuatnya dikirim untuk tinggal dengan neneknya di Wisconsin. Namun ia kembali di tangkap karena melakukan tindakan tidak senonoh dengan melakukan aksi eksibisionisme. Dia ditangkap lagi pada tahun 1986 saat dua orang anak laki-laki menuduhnya melakukan masturbasi di depan mereka. Jeffery menerima hukuman percobaan satu tahun untuk kelakuannya itu. 

Saat ia berusia 18 tahun, ia melakukan pembunuhan pertamanya. Mari kita lihat korban-korban Jeffery Dahmer.

  • 18 Juni 1978,  Steven Hick
Steven Hick - Gambar Asli


Steven Hick, seorang pejalan kaki berusia 18 tahun baru saja lulus dari SMA di Coventry Township, Ohio. Dari rumahnya, ia akan pergi ke sebuah konser Rock di Chippewa Lake Park, Ohio saat Jeffery menawarinya tumpangan. Pada saat itu, Jeffery yg baru saja lulus SMA sudah lama memiliki fantasi untuk memperkosa pria. Jeffery kemudian mengajak Steven untuk minum-minum di rumah ibunya di Bath Township, Ohio. Jeffrey mulai berhasrat saat ia melihat Steven bertelanjang dada. Saat Steven mulai membicarakan tentang gadis-gadis, Jeffrey tahu minat mereka berbeda. Setelah beberapa jam minum-minum, mengobrol dan mendengarkan musik, Steven berkata ingin pergi. Jeffery memukul tengkuk Steven dengan barbel dua kali saat pria itu duduk di kursi sampai tak sadarkan diri, kemudian mencekiknya menggunakan besi di barbel itu. Jeffrey kemudian membuka pakaian Steven dan bermastubrasi di hadapan mayat Steven dan memotong-motong tubuhnya. Ia memasukkan bagian-bagian tubuh Steven kedalam plastik kemudian menguburkannya di belakang rumah. Jeffery kemudian menggali kuburan itu beberapa hari kemudian untuk melarutkan kulit dan daging yg tersisa dalam cairan asam , lalu membuangnya ke toilet. Ia menghancurkan sisa tulang dengan palu kemudian menyebarkannya ke hutan di belakang rumah.

  •       September 1987, Steven Tuomi 

Steven Tuomi - Gambar Asli


Walaupun ia tidak membunuh lagi selama 1978 sampai 1987, Jeffrey tidak bisa melupakan fantasinya. Saat bertugas di Angkatan Darat AS, Jeffrey dituduh telah melakukan pemerkosaan terhadap dua temannya di Angkatan Datar, Billy Joe Capshaw Dan Preston Davis. Ia juga pernah ditahan beberapa kali karena melakukan eksibionisme.

Steven Tuomi tumbuh besar di Ontonagon di Upper Peninsula of Michigan dan bekerja sebagai koki cadangan di sebuah restoran di Milwaukee. Pada bulan September 1987, Jeffrey bertemu dengan Steven Tuomi  yg berusia sekitar 24 atau 25 tahun di sebuah bar di Milwaukee, Wisconsin. Jeffrey kemudian membawa Steven Tuomi ke Ambasador Hotel dimana ia menginap, membuatnya tak sadarkan diri dan memperkosanya. Saat ia terbangun, Jeffery menemukan Steven Tuomi sudah tewas. Ia mengaku tidak ingat apa yg terjadi semalam, namun ia menemukan Steven dalam keadaan babak belur dengan tulang rusuk yg patah. Sepertinya Jeffrey telah memukulinya sampai mati.

Jeffrey kemudian membeli sebuah koper besar untuk mengangkut mayat Steven Tuomi ke ruang bawah tanah rumah neneknya. Dimana disana ia memotong-motong tubuh Steven Tuomi dan yg lebih gilanya, bermasturbasi di hadapan mayat itu sebelum menyingkirkannya.

  •      Oktober 1987, James Doxtator

James Doxtator - Gambar Asli


Usianya masih sangat muda, dan ia baru saja akan mencapai tinggi 6 kaki. James Doxtator adalah anak tertua dari empat bersuadara. Ibunya tinggal di Tampa, Florida. Ia melarikan diri dari rumah untuk menghindari ayahnya yg suka main tangan. James bertemu dengan Jeffrey di sebuah pemberhentian bus dekat sebuah klub malam. Jeffrey kemudian merayu anak itu untuk melakukan pemotretan telanjang dengan imbalan 50 dollar. Ia membawa anak itu ke rumah neneknya di West Allis, Wisconsin. Namun naasnya, James Doxtator malah di buat tidak sadarkan diri dengan memberinya obat tidur, diperkosa kemudian dibunuh dengan cara dicekik. Jasadnya kemudian di potong-potong dan dihancurklan dengan sebuah palu besar.

  •      24 Maret 1988, Richard Guerrero



Jeffrey bertemu dengan Richard Guerrero, 22 tahun,  diluar sebuah klub malam di Milwaukee. Jeffrey menawarinya 50 dollar untuk kencan dan ikut pulang dengannya ke rumah neneknya. Disana Richard dibuat tak sadarkan diri dengan diberi obat tidur kemudian dicekik sampai mati. Bagian yg paling mengerikan adalah Jeffrey menyetubuhi mayat Richard sebelum kemudian memotong-motongnya.

  • .       Maret 1989, Anthony Sears



Seperti korban-koban sebelumnya, Jeffrey bertemu dengan Anthony Sears, seorang calon model berusia 22 tahun di luar sebuah bar. Anthony Sears baru saja dipromosikan sebagai Manager di sebuah toko bernama Baker’s Square di Milwaukee. Dia bekerja sampingan sebagai model untuk mengumpulkan uang, Anthony ingin meninggalkan Milwaukee dan menikahi pacarnya. Jeffrey meyakinkan Anthony untuk menemaninya pulang ke rumah neneknya, dimana ia juga di buat tak sadarkan diri dan dicekik.

Berbeda dari korban yg lain, Jeffrey menyimpan kepala dan alat vital Anthony sebagai tropi, karena ia menganggap Anthony sangat menarik.

Setelah membunuh Anthony, selama beberapa waktu Jeffrey tidak membunuh lagi. Bukan karena ia telah bertobat, tapi pada Mei 1989, Jeffrey ditahan selama satu tahun di penjara karena pada tahun sebelumnya, tepatnya bulan Septermber 1988, ia telah melecehkan seorang anak berusia 13 tahun bernama Keison Sinthasomphone.

  • .       Mei 1990, Raymond Smith



Setelah keluar dari penjara, Jeffrey pindah ke sebuah apartemen di 924 North 25th Street di Milwaukee. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan seorang pekerja seks pria bernama Raymond Smith, 32 tahun. Jeffrey menawari Raymond 50 dollar untuk berkencan di kamar apartemennya.

Disana, Raymond dibuat tak sadar kemudian dicekik seperti korban lainnya. Jeffrey sempat mengambil foto dari mayat Reymond dalam pose tak senonoh sebelum kemudian memutilasi tubuhnya. Tak hanya itu, Jeffrey kemudian merebus potongan tubuh Raymond sebelum kemudian melarutkannya dalam cairan asam. Tengkoraknya ia simpan sebagai tropi seperti Anthony Sears.

  •       June 1990, Edward Smith



Sebenarnya, sebagian besar korban Jeffrey adalah orang yg tidak ia kenal atau pertama kali ia temui. Namun ia beberapa kali bertemu Edward Smith di bar, bahkan saudara Edward bersaksi, Jeffrey sepertinya berusaha untuk menjadi teman Edward. Namun, Jeffrey malah membunuh Edward dan memutilasinya. Potongan tubuh Edward kemudian di masukkan kedalam kulkas hingga lama kelamaan membusuk.

  •       Septermber 1990, Ernest Miller dan David Thomas

Ernest Miller


Ia bertemu dengan korban Ernest Miller, 22 tahun pada awal September. Ernest baru saja akan memulai studinya di sekolah seni di Chichago dan bermimpi menjadi seorang dancer porfesional. Ernest sedang berkunjung ke rumah bibinya di Milwaukee saat itu. Ia bertemu dengan Jeffrey di luar sebuah toko buku. Jeffrey kemudian merayunya dan membawanya ke apartemennya. Mereka kemudian melakukan hubungan seks sebelum kemudian Jeffrey membuatnya tak sadarkan diri. Tidak seperti 7 korban sebelumnya, Ernest meninggal bukan karena dicekik, melainkan lehernya di gorok. Selain itu, Ernest adalah korban pertama yg ia makan bagian tubuhnya. Jeffrey memakan jantung dan otot tangannya. Ia merasa, dengan memakan bagian dari tubuh korban, korban tersebut menjadi bagian dari dirinya. Selain itu, ia menggambari tengkorak Ernest dan memutihkan tulang-tulangnya. Gila!

David Thomas


Tiga minggu setelah membunuh Ernest Miller, Jeffrey membawa pulang seorang pria berusia 22 tahun bernama David Thomas. Mereka bertemu di The Grand Avenue Mall sebelum kemudian sepakat untuk pergi bersama ke apartemen Jeffrey. Ia membunuh Thomas dengan metode yg biasa ia lakukan, yaitu dengan mencekik lehernya. Tubuh Thomas di mutilasi kemudian di singkirkan.

  •       Februari 1991, Curtis Straughter



Curtis Straughter keluar dari SMA dan bergabung dalam Gay Youth Milwaukee, sebuah organisasi gay pada usia 15 tahun dan bekerja sebagai asisten perawat. Tadinya Curtis berencana pergi sekolah kesetaraan SMA untuk kemudian pergi ke sekolah modeling.

Curtis ditawari melakukan pemotretan telanjang dengan imbalan uang oleh Jeffrey. Ia kemudian bersedia ikut ke apartemen Jeffrey. Disana ia di buat mabuk, di cekik  sampai mati. Jeffrey mendokumentasikan setiap langkah yg ia lakukan dalam memutilasi tubuh Curtis. Sebagian tubuhnya Jeffrey simpan untuk ia konsumsi nanti dan tengkoraknya ia simpan sebagai tropi.

  •    Februari 1991, Errol Lindsey



Dari semua korban Jeffrey, Errol Lindsey mengalami kematian yg paling menyakitkan. Jeffrey bertemu dengan Errol saat pemuda itu dalam perjalanan ke toko kunci. Setelah sukses membawa Errol ke apartemennya dan membuatnya tidak sadarkan diri, Jeffrey mulai melakukan eksperimen yg sangat gila. Jeffrey melubangi kepala Errol dengan bor, kemudian memasukkan asam klorida kedalam lubang itu. Ia berharap bisa membuat Errol Lindsay tetap hidup, namun dalam keadaan lemah layaknya zombie. Namun eskperimen itu tidak berhasil. Tiba-tiba Errol bangun, megeluhkan kepalanya yg sakit. Karena panik, Jeffrey kemudian mencekiknya sampai mati. Nggak kebayang gimana rasanya bangun dalam keadaan kepala bolong dan dimasukin sesuatu. Ngeri!

  •    Mei 1991, Anthony Hughes dan Konerak Sinthasomphone

Anthony Hughes


Anthony Hughes sedang mengunjungi saudaranya di Milwaukee. Ia berasal dari Madison. Anthony mengalami tuna rungu setelah berhasil selamat dari penyakit pnemonia saat masih bayi. Namun ia bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat atau tulisan. Jeffrey bertemu dengan Anthony Hughes di sebuah gay bar. Terlepas dari keadaannya yg tuli atau tuna rungu, Anthony bersedia mengikuti Jeffrey pulang ke apartemennya. Seperti biasa, Jeffrey kemudian membuatnya tidak sadarkan diri kemudian mencekiknya sampai mati.



Tidak berselang lama, Jeffrey merayu seorang anak berusia 14 tahun bernama Konerak Sinthasomphone. Apa kalian merasa nama ini familiar? Benar. Konerak adalah adik dari seorang anak bernama Keison Sinthasomphone yg melaporkan Jeffrey melakukan pelecahan dan dipenjara pada tahun 1989. Jeffrey berhasil membawa Konerak ke kamar apartemennya, membuatnya tidak sadarkan diri dan melakukan eksperimen yg sama dengan yg ia lakukan pada Anthony. Padahal saat itu, tubuh Anthony masih tergeletak di lantai selama lebih kurang lebih 3 hari. Setelah mem-bor kepala Konerak, Jeffrey kembali memasukkan cairan asam klorida ke lubang di kepalanya. Namun sialnya, Konerak berhasil melarikan diri saat Jeffrey sedang keluar rumah. Saat Jeffrey dalam perjalanan pulang, ia melihat Konerak sedang berbicara dengan seorang wanita di pinggir jalan. Wanita itu kemudian menghubungi polisi. Saat polisi datang, jeffrey berhasil meyakinkan polisi bahwa ia dan Konerak sedang bertengkar karena masalah asmara. Ia juga membohongi polisi dengan mengakatakn Konerak berusia 19 tahun, bukan anak di bawah umur berusia 14 tahun.

Ia kemudian membawa Konerak kembali ke apartemennya, melakukan lagi eksperimennya yg membuat Konerak akhirnya meninggal dunia. Kenyataan bahwa kakak beradik mengalami pengalaman mengerikan dengan satu orang yg sama sungguh sebuah nasib yg tragis.

  •    Juni 1991, Matthew Turner



Matther Turner berasal dari Flint, Michigan. Ia tinggal di Chicago untuk bekerja sebagai model. Mattew bertemu dengan Jeffrey di sebuah stasiun bus saat menghadiri acara Gau Pride Parade di Chicago. Ia bersedia pergi ke Milwaukee bersama Jeffrey. Seperti korban lainnya, setelah membawa Matthew ke apartemenya, Jeffrey kemudian membuatnya tak sadarkan diri, mencekiknya kemudian memutilasi tubuh Matthew. Jeffrey menyimpan kepala Matthew di dalam kulkas dan bagian torso tubuh Matthew di sebuah galon besar berisi asam.

  •     Juli 1991, Jeremiah Weinberger, Oliver Lacy, dan Joseph Bradehoft



Rupanya Jeffrey semakin menggila. Dalam waktu dua minggu, yaitu pada bulan Juli 1991, Jeffrey membunuh 3 korban lagi. Yg pertama bernama Jeremiah Weinberger berusia 23 tahun. Jeremiah adalah warga Puerto Rico. Ia tinggal di Chicago dan bekerja sebagai seorang Customer Service disebuah toko video. Ia bertemu dengan Jeffrey di sebuah bar gay di Chicago, kemudian bersedia pergi ke Milwaukee bersama Jeffrey untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Setelah satu hari yg cukup menyenangkan, esoknya Jeremiah berniat untuk kembali. Namun bukannya kembali ke Chicago, ia justru kembali ke pangkuan Tuhan. Kepalnya telah di bor dan dimasuki air mendidih. Setelah membunuh dan memutilasi tubuh Jeremiah, jeffrey menyimpan kepala Jeremiah di kulkas dan bagian torsonya di sebuah galon drum.



Yg kedua bernama Oliver Lacy berusia 24 tahun. Oliver  aslinya berasal dari Oak Park, Illinois. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua oarang anak dan memiliki seorang tunangan yg akan ia nikahi. Ia dijanjikan uang oleh Jeffrey asalkan mau mengambil foto telanjang di apartemennya.  Setelah membuatnya tak sadarkan diri, kemudian membunuhnya, Jeffrey melecehkan mayat Oliver. Ia kemudian memutilasi mayat Oliver sebelum kemudian  menyimpan jantungnya di kulkas untuk ia makan nanti.



Yg terakhir bernama Joseph Bradehoft berusia 25 tahun. Ia baru saja pindah ke sebuah apartemen yg disewa oleh saudara laki-lakinya, Donald. Sebelumnya, ia sempat tinggal di Illinois dan Minessota sebelum kemudian pindah ke Milwaukee untuk mencari pekerjaan. Joseph memiliki tiga anak dan seorang istri di Minessota. Joseph bertemu dengan Jeffrey di sebuah halte bus dekat Marquette University sebelum kemudian mengalami nasib buruk seperti korban-korban Jeffrey yg lain.

Akhir Kesadisan Jeffrey Dahmer



 Rupanya pada 22 Juli 1991, keberuntungan Jeffrey mulai habis. Saat itu Jeffrey berhasil merayu Tracy Edward, 32 tahun, untuk melakukan pemotretan telanjang di apartemennya. Kepada Tracy, Jeffrey mengaku sebagai fotografer profesional sehingga Tracy bersedia  melakukan pekerjaan itu. Saat memasuki apartemen Jeffrey, Edward mencium bau tengik yg berasal dari setiap ruangan dan menemukan beberapa kotak asam klorida yg tergeletak di lantai. Tiba-tiba, Jeffrey berusaha memborgol kedua tangan Tracy namun gagal, ia hanya berhasil memborgol satu tangannya.

Dengan tangan diborgol sebelah, Jeffrey emenyuruh Tracy untuk mengikutinya ke kamar tidur dimana ia akan diambil fotonya. Tracy dipaksa berbaring dilantai dengan sebuah pisau ditodongkan ke pangkal pahanya. Tracy menghabiskan empat jam berusaha merayu dan mengambil kepercayaan Jeffrey. Sampai suatu saat, ia minta pada Jeffrey untuk pergi ke kamar mandi, dan saat Jeffrey lengah dan tidak memegang borgolnya, Tracy mengambil kesempatan itu untuk meninju Jeffrey dan melarikan diri. Di jalan ia mencegat sebuat mobil polisi kemudian membawa mereka ke apartemen Jeffery.

Dua orang polisi menemukan seorang pria yg belakangan diketahui sebagai Tracy Edwards berlari di jalanan dengan tangan diborgol. Tracy mengaku seorang pria bernama Jeffrey Dahmer menahannya di apartemen miliknya dan mengancam akan membunuhnya. Walaupun merasa cerita Tracy meragukan, polisi membawanya kembali ke apartemen Jeffrey. Dengan tenang Jeffrey menjelaskan bahwa semua itu hanyalah kesalahpahaman, dan hampir saja polisi percaya. Namun, polisi yg sedang melihat-lihat apartemen Jeffrey menemukan beberapa foto polaroid dengan gambar mengerikan. Foto potongan tubuh manusia. Jeffrey pun digelandang ke kantor polisi.

Saat Milwaukee Criminal Investigation Bureau melakukan penggeledahan di apartemennya, mereka menemukan pemandangan yg mengejutkan. Selain album foto penuh dengan gambar bagian-bagian tubuh yg terpisah, apartemen itu juga dipenuhi dengan sisa-sisa tubuh manusia. Empat kepala manusia ditemukan di kulkas, tujuh tengkorak manusia, dua hati manusia, dua kerangka manusia utuh, kulit kepala yg sudah dikeringkan, dan drum galon besar berisi tiga mayat terendam dalam cairan kimia ditemukan di sudut kamar tidur. Ada juga bukti yg menunjukkan Jeffrey memakan sebagian tubuh korbannya.

Galon dan Kulkas di Apartemen Jeffrey


Saat ditanyai, para tetangga mengaku mencium bau busuk dari arah apatemen Jeffery.  Namun pada mereka, Jeffrey mengatakan bau itu berasal dari daging yg kadaluarsa.  Namun, kenyataan tentang bagaimana Jeffrey bisa dengan mudah menyembunyikan kejahatannya yg sadis di gedung apartemen yg berada di tengah kota ditemukan beberapa hari kemudian.

Sebenarnya, polisi pernah dipanggil dua bulan sebelumnya saat seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dalam keaadaan telanjang bulat dan berdarah-darah dikejar-kejar oleh Jeffrey di sebuah gang. Polisi yg percaya pada kebohongan Jeffrey saat itu malah mengembalikan anak itu kepada Jeffrey yg belakangan diketahui telah ia bunuh. Polisi yg bertugas saat itu kemudian dipecat.

Pemeriksaan forensik menyeluruh pada apartemen Jeffrey menemukan DNA dari 11 korban, yaitu semenjak hilangnya Anthony Sears pada tahun 1989. Jeffrey kemudian mengakui melakukan pembunuhan kepada 17 orang secara keseluruhan.

Di persidangan, juri menolak klaim “tidak waras” Jeffrey, dan ia dijatuhi hukuman 15 kali hukuman seumur hidup. Selama dipenjara, Jeffrey selamat dari upaya pembunuhan pada Juli 1994, namun meninggal setelah dipukuli dengan batang besi oleh seorang narapidana bernama Christopher Scarver  pada  28 November 1994.

 

 

 

https://www.crimemuseum.org/crime-library/serial-killers/jeffrey-dahmer/

https://www.britannica.com/biography/Jeffrey-Dahmer

https://www.usatoday.com/story/news/nation/2022/09/29/jeffrey-dahmer-victims-photos-killed/10458814002/

https://allthatsinteresting.com/jeffrey-dahmer-victims

https://www.menshealth.com/entertainment/a41468382/jeffrey-dahmer-victims-timeline-monster/

https://www.history.com/this-day-in-history/cannibal-and-serial-killer-jeffrey-dahmer-is-caught

https://www.nationalworld.com/news/people/how-jeffrey-dahmer-caught-who-victim-tracy-edwards-serial-killers-arrest-3852522

Komentar