9 Kisah Eksorsisme di Kehidupan Nyata - Part 2

 5. Juanita Gomez


Juanita (kiri) dan Geneva Gomez (kanan)


Pada 27 Agustus 2016, Francisco Merlos tiba di rumah ibu pacarnya Geneva Gomez di Oklahoma City. Disana ia menemukan pacarnya dalam keadaan yg mengerikan. Geneva berbaring di lantai dengan tubuh babak belur dan berdarah-darah. Tanganya terlentang membentuk tanda X. Di atas dadanya tertancap sebuah crucifix yg terbuat dari kayu. Di ruangan itu juga, ia melihat ibu Geneva, Juanita Gomez, tengah berdiri dan mengoceh tentang iblis.

Sementara itu, hasil otopsi menyatakan ditemukan serangkaian luka di mengerikan di kepala dan area wajah Geneva. Polisi dapat menyimpulkan penyebab kematian Geneva sebagai trauma benda tumpul.

Juanita kemudian ditangkap polisi dan dijerat dengan pembunuhan tingkat pertama. Di persidangan, Juanita mengaku putrinya, Geneva, kesurupan iblis dan ia sebagai ibu harus melakukan eksorsisme. Ia juga mengau putrinya sering berbicara dalam bahasa aneh dengan suara orang lain. Pengacara Juanita meminta pembebasan karena masalah kewarasan.

Evaluasi psikologis terhadap Juanita menyimpulkan bahwa ia "berpura-pura mengalami masalah kewarasan agar terlihat tidak kompeten" sehingga hakim tetap memutuskan ia bersalah atas pembunuhan Geneva Gomez.

6. Eksorsime Clara Germana Cele



Clara Germana Cele, seorang yatim piatu berusia 16 tahun yg bersekolah di Marianhill Mission School di Umzinto, Afrika Selatan. Suatu hari, tiba-tiba prilakunya berubah menjadi kasar. Kasus Clara merupakan kasus Eksorsisme pertama yg didokumentasikan di Afrika Selatan. 

Pada 20 Agustus 1906, para biarawati di sekolah panti asuhan melihat Clara merobek pakaiannya sendiri dan menggeram, menuntut untuk berbicara dengan Pastor Erasmus Horner.

Pastor Erasmus berkata, Clara mengaku padanya ia telah melakukan perjanjian dengan iblis. Para biarawati juga bersaksi kulit Clara mulai terbakar saat mereka menyiramnya dengan air suci. Selain itu Clara mulai kejang-kejang jika ia diperlihatkan benda-benda Ikonografi. Clara bisa tiba-tiba bicara dalam bahasa asing yg tidak diketahui dan memiliki kekuatan besar seperi orang dewasa.

Ketika Pastor Erasmus dan Pendeta Mansueti melaporkan kepada gereja bahwa mereka telah melihat Clara melayang di udara, mereka mendapat izin untuk melakukan eksorsisme. Menurut laporan pada tahun 1930-an, ritual pengusiran setan tersebut disebut-sebut berlangsung selama dua hari penuh.

Pastor Erasmus dan Pendeta Mansueti memulai ritual pensucian pada dini hari tanggal 11 September 1906. Pastor Erasmus dan para biarawati yg membantunya mengaku Clara berubah menjadi ular dan berusaha menggigit salah satu biarawati yg ingin membantu. Belakangan, mereka juga mengaku Clara pernah mencekik seorang pendeta sampai Alkitab yg sedang di pegang pendeta itu terjatuh.

Akhirnya, sang iblis berhasil dibersihkan setelah Clara kembali melayang untuk terakhir kalinya.  Menurut catatan, sekitar 170 orang melihat proses pengusiran setan tersebut. Sayangnya, Clara meninggal enam tahun kemudian karena serangan jantung.

7. Eksorsisme Amy Stamatis


Amy Stamatis


Pada bulan November 2006, Amy Stamatis lompat dari jendela lantai dua rumahnya di Searcy, Arkansas. Karena kejadian ini, Amy mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Ia kemudian melakukan perawatan di sebuah rumah sakit. Disana ia dikunjungi oleh Penginjil Pentaskosta Cindy Lawson. Cindy Lawson yg mengaku telah melakukan 10 kali eksorsisme, memberitahunya bahwa ia sudah dirasuki oleh iblis.

Amy Stamatis yg seorang perawat di Baptist Health medical Center, Little Rock, mulai merasakan keanehan setelah ia menyelesaikan shif kerjanya pada suatu malam. Wanita berusia 49 tahun itu akan memulai membuat laporan pekerjaannya, namun tiba-tiba ia tidak ingat bagaimana melakukan pekerjaan yg biasa ia lakukan tersebut. Keterampilannya hilang sepenuhnya. Ia yg sangat suka berlari, tib-tiba tidak bisa melakukan hobinya itu. Seorang psikiater kemudian memberinya obat antidepresan.

Keadaan Amy semakin memburuk selama berjalannya waktu. Ia mulai membuka pakaiannya di depan publik, berteriak pada temannya, dan pernah suatu ketika ia memanjat pagar sebuah tempat parkir di lantai tujuh untuk melompat. Ia kemudian membuat percobaan kedua kalinya dengan berusaha melompat dari jendela lantai dua rumahnya dan berhasil. Dengan keadaan lumpuh dan masih dihantui oleh suara-suara aneh, Amy kemudian menerima bantuan dari Cindy Lawson.

Amy Stamatis merasa sangat menderita setelah berulang-ulang mendengar suara yg menyuruhnya untuk menyakiti dirinya sendiri selama kurang lebih tujuh bulan sebelum ia kemudian melompat dari jendela rumahnya. Ia setuju saat ditawari bantuan untuk dilakukan pengusiran setan padanya.

Amy tidak ingat apa yg terjadi saat pengusiran setan dilakukan. Namun anggota keluarga yg menyaksikan pengusiran setan itu setuju Amy berubah drastis setelah pengusiran itu selesai. Namun tubuhnya tetap lumpuh.

8. Eksorsisme Kristy Bamu


Eric dan Magalie


Pada tahun 2010, Kristy Bamu bepergian dari Paris ke London dengan  dua orang saudara perempuan dan satu saudara laki-lakinya untuk mengunjungi salah satu saudara perempuan mereka, Magalie dan pacarnya Eric Bikubi. Namun tiba-tiba, ia mendapati dirinya  menjadi sasaran keyakinan fanatik mereka. Magalie dan Eric terobsesi dengan sihir dan menuduh adiknya itu telah kerasukan dan merapal mantra.

Bersiap untuk melakukan pengusiran setan pada adiknya itu, Magalie dan Eric melarang Kristy untuk makan dan minum selama tiga hari. Mereka malah menikamnya dengan pisau, memukulinya dengan batang logam dan palu dan akhirnya menenggelamkannya di bak mandi flat mereka di London Timur. Ketika polisi menemukan tubuh Kristy, mereka menemukan giginya telah tanggal.  Kristy Bamu telah dipukuli sampai ia mengaku melakukan praktek sihir dan meminta ampun. Namun akhirnya ia meninggal dunia dengan 130 luka di tubuhnya.

Di pengadilan, pasangan laknat ini mengaku korban "memohon untuk mati" sebelum ia di masukkan ke bak mandi dan ditenggelamkan. Pengacara Eric memberikan pembelaan bahwa kliennya mengalami gangguan mental, sedangkan pengacara Magalie memberikan pembelaan bahwa kliennya telah dipaksa pacarnya itu untuk menyiksa adiknya sendiri. Eric Bikubi dijatuhi hukuman penjara 30 tahun, sedangkan Magalie Bamu dijatuhi hukuman 25 tahun penjara.

9. Maricica Irina Cornici dan "Tanacu Exorcism"




Maricica Irina Cornici lahir di Romania tahun 1982. Ia mengalami banyak hal menyedihkan sebelum di eksorsisme. Ayahnya meninggal karena bunuh diri. Ibunya yg ketergantungan alkohol, menelantarkannya di panti asuhan bernama Barlad Children's Home di  Vaslui County. Disana ia sering di siksa oleh pengasuhnya. Beberapa tahun setelah menginjak dewasa, Maricica mulai kerasukan.

Banyak yg percaya ia telah kerasukan setan, namun ada juga yg percaya ia mengalami gangguan mental. Maricica keluar dari panti asuhan pada tahun 2001, dia bekerja selama beberapa tahun sebagai pembantu rumah tangga dan bermimpi untuk pergi ke Jerman bersama temannya.

Pada tahun 2005, Maricica mengunjungi seorang temannya di  Holy Trinity Monastry di kota Tanacu untuk mengajaknya pergi ke Jerman bersama. Maricica tidak berniat untuk tinggal lama di Kota Tanacu, namun ia mendapati dirinya pindah ke biara kecil di atas bukit. Beberapa bulan kemudian, dokter mendiagnosis Maricica menderita Skizofrenia. Namun para biarawati dan pendeta setempat bersikeras Maricica telah kerasukan setan.

Bahkan kakak laki-lakinya mengaku melihat iblis "merasuk kedalam tubuh adiknya" dan mengejeknya dengan memanggilnya perempuan selama eksorsisme pertamanya di Holy Trinity. Maricica berubah menjadi sangat kasar sehingga ia dilarikan ke rumah sakit dan tinggal disana selama dua minggu, sebelum kemudian dikembalikan ke biara.

Di biara, Pastor Daniel Petre Corogeanu dibantu dengan empat orang suster membelenggu Maricica di sebuah salib yg mereka buat. Maricica diikat dan mulutnya disumpal saat mereka melakukan eksorsisme. Mereka berdoa dan menuangkan air suci ke mulut Maricica, kemudian menyumpalkan handuk ke mulutnya dan berencana membawanya ke gereja untuk mengurapinya dengan minyak.

Setelah tiga hari, tubuh Maricica semakin melemah dan dia dilarikan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, diketahui Maricica sudah meninggal di perjalanan karena dehidrasi. Maricica dalam keadaan sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus kering, dengan luka di tangan, kaki dan perutnya.

Karena kematian Maricica, Pastor Daniel P. Corogeanu dicopot dari posisinya dan dijatuhi hukuman 14 tahun di penjara. Semantara ketiga suster yg membantunya dijatuhi kuhuman lima tahun.

Komentar