9 Kisah Eksorsisme di Kehidupan Nyata - Part 1

Sebagian kita mungkin hanya bisa melihat proses eksorsisme dari film. Walaupun hanya terlihat di layar lebar, tentu saja pemandangan manusia yg dirasuki oleh iblis terlihat sangat menakutkan. Di kehidupan nyata pun demikian. Banyak cerita tentang kerasukan setan yg bisa kita dengar. Sebagian orang percaya hal itu benar karena ulah iblis, namun sebagian orang yg lebih rasional mengaitkan kerasukan setan sebagai gangguan pada kejiwaan atau penyakit mental. Berikut adalah kisah eksorsisme yg paling terkenal di dunia nyata. 

 

1. Kisah asli dari film The Exorcism of Emily Rose




Adegan-adegan mengerikan dalam film horor terkenal yg dikeluarkan pada tahun 2005m The Exorcism of Emily Rose, rupanya terinspirasi dari kisah nya. Seorang gadis bernama Annelise Michel mengalami kejadian paling mengerikan yg bisa dibayangkan manusia.

Annelise Michel lahir pada 21 September 1952 di Leiblfing, Jerman. Ia adalah seorang gadis yg taat beribadah, dengan rutin pergi ke gereja dua kali seminggu. Saat berusia 16 tahun, Annelise tiba-tiba pingsan saat sedang berada di sekolah dan berperilaku tidak biasa. Setahun kemudian, Annelise mulai mengompol dan kejang-kejang. Seorang dokter saraf yg memeriksanya menyatakan Annelise menderita penyakit Epilepsi Lobus Temporal, yg diketahui menyebabkan kejang-kejang, kehilangan ingatan dan halusinasi.




Terlepas dari penyakit yg dokter diagnosis, Annelise berhasil masuk ke Wurzbug University pada tahun 1973. Namun bukannya membaik, keadaannya semakin memburuk. Annelise mengaku mulai melihat penampakan iblis dan mendengar suara-suara misterius. Annelise kemudian meminta bantuan gereja katolik setempat.

Sebagian besar pendeta yg mendengar situasi Annelise menyarankannya untuk pergi menemui doktor, karena sulit untuk bisa menlakukan sebuah pengusiran setan. Mereka harus mendapatkan persetujuan dari uskup. Namun keadaan Annelise semakin menurun, ia harus mendapatkan penanganan secepatnya. Annelise mulai memakan laba-laba, arang, bahkan kepala burung yg sudah mati. Ia mulai berjongkok berulang kali, menggonggong sepert anjing dan meminum air kencingnya sendiri.

Seorang pendeta bernama Ernst Alt yakin jika Annelise melakukn hal-hal aneh itu karena pengaruh iblis, dan menerima persetujuan dari uskup untuk melakukan eksorsisme. Penderta Ernst Alt dibantu oleh Pendeta Arnold Renz melakukan 67 eksorsisme pada Annelise dalam jangka waktu 10 bulan. Selama proses eksorsisme itu, Annelise mengaku dirasuki oleh Adolf Hitler, Nero, Lucifer, Cain, Judas, dan seorang pendeta tersesat bernama Fleischmann.

Pada akhirnya, keadaan Annelise semakin memburuk. Tulang kakinya patah karena kebanyakan berlutut untuk berdoa. Annelise juga mulai berhenti mengonsumsi makanan. Annelise Michel akhirnya meninggal duniapada tanggal 1 Juli 1976 di usia 23 tahun setelah mengalami dehidrasi dan malnutrisi.

Karena Annelise, kedua Pendeta yg melakukan eksorsisme yaitu Pendeta Ernst Alt dan Pendeta Arnold Renz dijatuhi hukuman penjara enam bulan.

2. Kisah Asli dalam Film "The Exorcist (1973)"




Kisah asli dalam film terkenal ini terinspirasi dari kisah eksorsisme seroang anak laki-laki berusia 13 tahun di Cottage City, Maryland pada tahun 1949. Tidak ada yg mengetahui identitas asli anak itu,sehingga kejadian ini sering disebut dengan "The Exorcism of Roland Doe".

Gangguan pertama yg dirasakan Roland Doe berawal dari meninggalnya sang bibi, sebut saja Bibi Harriet. Bibi Harriet selama hidupnya adalah seorang spiritualis garis keras yg mengajarkan Roland Doe bermain papan Ouija untuk berkomunikasi dengan arwah.

Tak lama setelah ia bermain papan Ouija untuk pertama kali, Roland Doe mulai mendengar suara cakaran di dinding kamarnya. Kasurnya sering bergerak-gerak sendiri.

Bantuan medis tidak membantu masalah Roland sehingga keluarganya yg khawatir menghubingi Pastor E. Albert Hughes. Pastor Hughes kemudian meminta ijin untuk melakukan eksorsisme terhadap Roland dan disetujui. Selama proses eksorsisme, Roland pernah menarik kawat do kasurnya yg ia gunakan untuk melukai bahu Pastor Hughes.

Saat beberapa hari kemudian ibu Roland menemukan kata "LOUIS" tertulis di tubuh putranya, ibunya kemudian membawa Roland ke St. Louis, dimana seorang kerabat mereka menimba ilmu disana. Di St. Louis, mereka bertemu dengan Pastor Walter H.halloran dan pendeta William Bowdern, yg kemudian melakukan eksorsisme pada Roland pada Maret 1949. Saat sedang melakukan proses eksorsisme itu mereka berdua melihat tempat tidur Roland bergetar.

Selama sebulan, para pendeta mengetahui bahwa Roland kumat hanya pada malam hari. ROland akan menggeram seperti binatang, marah saat melihat simbol-simbol agama dan membuat barang-barang beterbangan melintasi ruangan. Dan saat mereka melihat tanda "X" tertulis di tubuh anak laki-laki itu, mereka yakin Roland telah dirasuki oleh 10 setan.

Keadaan Roland semakin memburuk. Setelah ia mulai mengompol di tempat tidurnya dan memaki-maki para pendeta, keluarganya membawa Roland ke rumah sakit. Sebulan kemudian, Roland mengalami kejang-kejang dan berkata iblis tidak akan meninggalkan tubuhnya.

Namun eksorsisme terakhir tampaknya berjalan dengan baik. Ritual eksorsisme itu berlangsung selama 7 menit. Setelah itu, para pendeta mengamati reaksi Roland dan bisa mengatakan bahwa iblis-iblis itu telah pergi. Setelah sadar, Roland mengaku mendapat penglihatan bahwa St. Michael berhasil mengalahkan iblis dan dia tidak akan mengalami hal mengerikan itu lagi.

3. Kisah asli The Conjuring : Devil Made Me Do It




Seperti halnya Annelise Michel dan Roland Doe, Arne Johnson tidak memperlihatkan tanda-tand amegalami gangguan mental. Semuanya berubah pada tanggal  16 februari 1981, saat pemuda berusi 19 tahun itu menikam pemilik ruamh sewanya, Alan Bono, di  Brooklind, Connecticut.  Ia mengklaim iblis telah menyurunya melakukan hal itu.

Arne Johnson


Polisi yg datang ke TKP menemukan Alan Bono telah ditikam sebanyak 5 kali oleh sebuah pisau saku berukuran 5 inci di bagian perut dan dadanya. Arne Johnson segera di bawa ke kantor polisi. Laporan polisi menyatakan Arne Johnson bertengkar dengan Alan Bono karena tunangan Arne yg bernama  Debbie Glatzel. Namun, paranormal terkenal Amerika, Ed dan Lorraine Warren memiliki pendapat yg berbeda.

Ed dan Lorraine Warren


Ed dan Lorraine yg disewa oleh keluarga Gratzel beberapa bulan sebelumnya karena adik laki-laki Debbie Glatzel, David mengalami kejadian-kejadian mistis. David mengaku melihat "seorang pria dengan janggut putih" pada siang hari dan " pria dengan mata merah besar berwajah tirus mirip binatang serta bergigi runcing" pada malam hari. Setelah itu, David mulai berprilaku aneh. David mulai menendang, menggigit dan meludahi orang taunya. David terlihat seperti tercekik dan sering mengalami kejang-kejang. Psikiater yg memeriksa David mendiagnosanya denganLearbibf Disabiliy (ketidakmampuan belajar). Namun Ed dan Lorraine menyimpukan David telah dirasuki oleh iblis. Iblis itu malah di olok-olok oleh Arne Johnson.

Pendeta kemudian melakukan prosesi eksorsisme kepada David. Eksorsisme itu dilakukan sebanyak tiga kali, dan dalam prosesnya, para pendeta melihat david melayang dan memprediksi bahwa Arne Johnson akan membunuh Alan Bono. Arne yg kasihan melihat adik kekasihnya, berujar agar iblis itu menginggalkan David dab merasuki dirinya saja. Dan di pengadilan , pengacara Arne Johnson memberikan pembelaan bahwa iblis yg merasuki David berpindah merasuki Arne dan membuat Arne kemudian membunuh Alan Bono.

Iinilah pertama kalinya pembelaan "tidak bersalah karena dirasuki iblis" digunakan di raung sidang, walaupun kemudian hakim menolaknya.Pda akhirnya Arne Johnsin menghabiskan 5 tahun dipenjara dair 20 tahun yg dijatuhkan. Kini ia telah menikah dengan Debbie Glatzel.

4. Eksorsisme George Lukins



George Lukins adalah seorang penjahit pada abad ke-18. ia berasal dari desa Yatton, dekat Bristol, Inggris. Namun ia menghasilkan banyak uang dari profesinya sebagai vetrilonquist, penyanyi dan asktor di drama Natal. Para tetangga mengenal Lukins sebagai orang yg baik dan taat beribadah, sampai pada tahun 1769 saat tiba-tiba terjatuh, Lukins berubah.

Pada natal tahun 1769, Lukins sedang berada di tengah-tengah pentas saat ia merasakan "tamparan tak terlihat" yg membuatnya terjatuh ke lantai. Seorang saksi mengatakan Lukins seperti mabuk berat sampai harus di antar ke rumahnya.

Namun saat terbangun, Lukins tiba-tiba menderita kejang dan tidak dapat berbicara. tangan kananya berkedut saat ia menggongong sperti anjing. Lukins kemudian dimasukkan ke rumah sakit pada 3 Mei 1975, dimana pemriksaan selama 20 minggu membuat kondisinya semakin memburuk. KArena obat penenang tidak berhasil, seorang dokter menyebut Lukins menderita hyphocondriac (gangguan kecemassan terhadap penyakit parah). Namun Lukins merasa yakin ia telah di sihir, sehigga ia kemudian mencari dukun. Namun ia kemudian menyerang seornag wanita tua dan ingin meminum darahnya.

Anehnya, ia sembuh. Namun pada tahun 1787, Lukins kumat lagi. kali ini ia mengakutelah dirasuki iblis. saat itu ia tinggal di rumah seorang pria bernama Wescote. Wescote mengaku ia merasa "ngeri dan takjub pada suara dan ekspresi" yg ia dengar dari kamar Lukins.

Seorang anggota gereja bernama Sarah Barber, mengunjungi Lukins dan berpendapat bahwa perlaku Lukins tidak seperti manusia normal. Bukan hanya menjerit, Lukins juga menyanyikan lagu-lagu dan mengaku telah dirasuki 7 iblis. Lukins mmebutuhkan 7 orang pendeta untuk mengusir iblis-iblis itu.

Pendeta Joseph Easterbrook mengunjungi Lukins dan merasa eksorsisme diperlukan. Ia mengajukan eksorsisme namun beberapa kali ditolak. Dengan bantuan enam pendeta Mthodist dan enam pendeta Wesleyan, ia melakukan pengusiran setan pada tanggal  13 Juni 1787.

Pendeta Easterbrook memerintahkan setan dalam diri Lukins untuk kembali ke neraka. Doa-doa diucapkan. Wajah Lukins berubah begiru pendeta mulai menyanyikan himne.Lukins menanggapinya dengan kutukan keras dengan nada dalam, serak dan hampa.Ia kemudian bernyanyi, tertawa dan mengaku sebagai iblis.

Lukins mengejek orang-orang beriman dengan menyanyikan lagu himne Te Deum tapi mengganti kata "Tuhan " dengan "Iblis". Lukins menunjukkan kekuatan sedemikan rupa yg membuat dua orang pendeta tidak dapat menahan tubuhnya. Setelah dua jam, Lukins akhirnya menjawab dengan suaranya sendiri;" Yesus yg Terberkati". Eksorsisme itu berhasil.


Sumber:

allthatsinteresting.com

Komentar